Profil Rasa Kopi Toraja “Sweet & Spiced”, Ini Testimoni dari Dunia Internasional

Kopi Toraja yang mendunia bukanlah isapan jempol.  Setidaknya hal ini pernah diungkap oleh Ralf Rueller, pendiri The Barn Coffee Roasters di Berlin, tentang pengalamannya dengan kopi Toraja seperti dilansir dari coffeereview.com. Dia hanya membeli kopi dengan harga murah di Toraja dan menjualnya dengan harga mahal di kaefe kelas premium. Dia telah bekerja dengan aroma kopi Toraja dari wilayah ini selama empat tahun terakhir.

Baginya, kopi ini memiliki ceri yang gelap dan pedas, seperti pala; punya aroma manis seperti gula; dan biji bijian yang besar. Masih ada beberapa kesamaan dengan kopi tradisional Indonesia, namun: Ralf mengatakan bahwa ketika dia dan timnya menangkupkannya untuk pertama kalinya, mereka mendeteksi hal yang menarik yaitu aroma rasa yang gurih. Pada awalnya, mereka awalnya menghubungkannya dengan kondisi cacat  produk; namun kemudian, mereka memutuskan bahwa hal itu adalah karakteristik dari profil rasa Kopi Toraja.

Dia membandingkan kopi Toraja dengan model lainnya. Ternyata kopi Toraja ini sangat menarik, bukan tentang kesempurnaan produk kopi, tetapi ada sesuatu yang menarik tentang aroma kopi itu yang membuat Anda kembali ke sana.

Mauricio Murillo, seorang hakim cupping internasional, juga telah mencoba kopi dari Sulawesi Selatan ini. Dia menggambarkannya sebagai kopi dari dataran tinggi yang sejuk dan sangat berkelas. Prawira Adhiguna, peracik kopi khusus di Bali, mengatakan bahwa “Kopi Toraja memiliki tempat khusus di Jepang, AS, dan beberapa negara Eropa karena kopi semacam ini merupakan “ jembatan ” bagi peminum kopi lama yang menyukai biji besar dan mouthfeel sirup, dan peminum kopi yang lebih modern yang menyukai aroma rasa buah yang bagus yang dituangkan ke dalam cangkir kecil yang eksotik.”

Benji Salim, seorang penikmat kopi dari kafe premium di Jepang seringkali memberikan testimoni bahwa, “Profil yang saya tahu adalah karamel masam manis, namun kopi yang berbumbu halus dan lembut, dengan keasaman yang mengingatkan pada buah jeruk dan buah markisa baru kali ini saya temukan. Layaknya sebuah aroma kayu manis dan cengkeh yang meresap ke hidung, dengan jejak coklat di aftertaste. Dan itu hanya bisa ditemui di Kopi Toraja.”  Benji selesai dengan mengatakan kepada publik bahwa “ini adalah secangkir kopi yang mewakili kopi spesial dan sesuatu yang benar-benar Toraja.”

Indonesia memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada dunia kopi. Kopi Robusta yang biasanya disajikan dalam bentuk basah yang cocok dengan warna hitam; dan juga Kopi Toraja yang nikmat. Kopi punya ciri yang berasal dari wilayahnya.

Banner: kopidaeng.com

Berikan Komentar