Poin Penting yang Perlu Diperhatikan ketika Anda Mengunjungi Londa, Tana Toraja

Sumber: indonesia360derajat.com

Gua pemakaman Londa adalah salah satu tujuan wisata yang paling populer di Toraja. Tempat wisata Londa ditemukan di desa Sandan Uai, di Distrik Sanggalangi. Orang Toraja percaya bahwa orang mati dapat mengambil kekayaan mereka dan membawa mereka ke akhirat. Salah satu alasan mengapa mereka mengubur peti mati di tempat-tempat tinggi adalah untuk melindungi harta terpendam dari pencuri. Mereka juga percaya bahwa semakin tinggi peti mati itu semakin pendek perjalanannya bagi almarhum untuk masuk ke surga.

Di gua pemakaman Londa, sebelum memasuki goa, tulang-belulang dapat terlihat tersebar di sana-sini. Tulang-tulang ini jatuh dari peti mati yang menggantung di beberapa saat karena pegangan dan sandarannya rusak atau membusuk seiring waktu. Tengkorak dan tulang jatuh biasanya akan ditempatkan dalam peti mati baru. Namun, konsekuensinya upacara mahal harus dilakukan sekali lagi, mirip dengan ketika almarhum dimakamkan di peti mati pertama kalinya.

Upacara pemakaman adat ini dikenal sebagai Rambu Solo, yaitu tradisi kuno untuk almarhum bangsawan Toraja. Untuk melaksanakan upacara ini, sanak keluarga korban yang meninggal menyembelih sekitar 24 hingga 100 kerbau (untuk bangsawan) atau sekitar 8 kerbau dan 50 babi (untuk kelas menengah). Bukan hal yang aneh bagi kerabat yang masih hidup untuk mengambil berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menabung, atau mengumpulkan cukup dari semua yang diperlukan untuk melaksanakan ritual upacara pemakaman seperti Rambu Solo.

Sambil menunggu upacara ini berlangsung, arwah orang yang meninggal diyakini belum sepenuhnya mati. Oleh karena itu, mayat disimpan di rumah tradisional (tongkonan) dan diperlakukan sebagai orang yang hidup, misalnya, dengan memberikan makanan favoritnya, rokok, dan banyak lagi yang lainnya. Benda lain juga ditempatkan di samping peti mati sebagai sesaji. Sebelum mayat disimpan, jenazah akan dibalsem untuk menghindari bau.

Ketika Anda menjelajahi gua, Anda akan menemukan lebih banyak tengkorak dan tulang yang tersebar di sana-sini. Di beberapa tempat, peti mati mungkin tampak diatur dengan cara tertentu. Ini diatur secara tepat menurut garis keturunan atau keturunan keluarga. Selain dari peti mati, Anda juga akan memperhatikan pakaian atau rokok yang sengaja ditempatkan di sana oleh sanak keluarga almarhum. Kabarnya, beberapa tulang di gua ini berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Gua makam alami dari Londa dapat mencapai kedalaman 1000m. Dalam menjelajahi kontur gua makam yang dipenuhi stalagmit dan stalaktit, seseorang harus sangat berhati-hati. Beberapa bagian gua hanya setinggi satu meter sehingga Anda harus berjalan membungkuk.

Kondisi gelap gua ini berkontribusi lebih jauh ke aura mistis gua pemakaman tersebut. Namun, perjalanan melalui gua makam Londa tentu saja merupakan pengalaman yang tidak akan Anda temukan di tempat lain! Pastikan bahwa Anda tidak bergerak atau bahkan mempertimbangkan untuk membawa tulang, tengkorak, atau artefak lain apa pun yang Anda lihat tergeletak di dalam area makam, karena ini adalah salah satu etika yang harus dipatuhi ketika memasuki area makam leluhur dari orang Toraja.

Poin penting yang perlu diperhatikan ketika Anda mengunjungi Londa:

  • Pastikan untuk meminta izin jika Anda ingin membawa pinang atau bunga wewangian.
  • Jika bagian tebing secara alami memberi jalan & peti mati yang semula ditempatkan di sana jatuh, tengkorak tumpah, tulang & benda jatuh maka benda tersebut tidak dapat dipindahkan tanpa persetujuan adat dan serangkaian upacara tradisional Toraja.

Serangkaian adat warisan leluhur di Tana Toraja tersebut akan menjadi bagian dari pengalaman berwisata Anda yang tak akan terlupakan selama berkunjung di Sulawesi Selatan khususnya Tana Toraja.

Berikan Komentar