Kisah Tentang Kuda Prasejarah di Sulawesi Selatan

Kisah tentang kuda prasejarah di Sulawesi membuat banyak wisatawan atau sejarawan yang ingin mempelajari peninggalan budaya di Sulawesi Selatan begitu tertarik untuk mempelajarinya.

Kisah tentang kuda prasejarah ini seperti digambarkan dalam sebuah lukisan kuda di Liang Kobori (Gua Prasasti) di Pulau Muna, Sulawesi. Kuda telah menjadi hewan paling berpengaruh dalam perkembangan peradaban manusia. Jika seseorang harus memutuskan tiga hal yang mengantarkan pada awal peradaban manusia, tentu mereka akan menciptakan alfabet, penemuan roda dan domestikasi kuda.

Sebuah stensil tangan di Gua Leang leang di Maros, Sulawesi Selatan. Yang menarik, catatan kuda tertua di kepulauan itu tidak ditemukan di Jawa, Sumatra atau di Kepulauan Sunda Kecil, tetapi di Sulawesi. Di sebuah gua bernama Kobori di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang oleh penduduk setempat disebut Liang Kabori (Gua Prasasti), penggambaran kuda, layang-layang dan banyak hal lainnya ditemukan, menyebar lebih dari 130 lukisan merah individu dari pintu masuk ke bagian terdalam dari gua.

Lukisan layang-layang itu membuat konsultan foto udara Jerman, Wolfgong Bick untuk melakukan penelitian, dari mana ia menyimpulkan bahwa Pulau Muna adalah tempat kelahiran budaya layang-layang tertua di dunia. Lukisan-lukisan Gua Kobori langsung mengingatkan pada lukisan kuda dan segala jenis makhluk berkaki empat yang melimpahi dinding Gua Lascaux dan Perche-Merle di Prancis atau Altamira di Spanyol.

Gambar prasejarah ini dari Eropa telah lama dianggap sebagai lukisan tertua di dunia. Namun, penemuan tentang usia lukisan gua di Sulawesi telah mengubah keyakinan itu dan memperbaharui spekulasi pada banyak hal, terutama di sekitar sejarah seni dan akar kreativitas manusia.

Tidak jauh dari Pulau Muna, sekitar 250 kilometer ke barat, di Gua Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sekelompok gua dengan lukisan kuno ditemukan. Sebuah proyek penelitian bersama antara Pusat Nasional Arkeologi Indonesia, Universitas Wollongong dan Griffith University (Australia), Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala dan Pusat Arkeologi di Makassar, Sulawesi Selatan, memberikan informasi baru tentang usia lukisan-lukisan dinding ini.

Lukisan prasejarah di dinding gua di Eropa Barat diperkirakan berusia sekitar 35.000 hingga 40.000 tahun. Lukisan kuda di dinding gua Lascaux diperkirakan sekitar 17.300 tahun. Jadi, lukisan prasejarah di Maros sebenarnya pada usia yang sama dengan lukisan gua di Eropa.

Sumber: thejakartapost.com

Berikan Komentar