Tips Liburan Keluarga, Dataran Tinggi Malino dan Danau Tanralili

Bagi orang luar, Dataran Tinggi Malino memang tak sepopuler Tana Toraja, tetapi sebenarnya tak kalah menarik untuk dijadikan liburan keluarga. Malino ini ibarat pucak Bogor-nya orang Sulsel.

Bahkan, sebelum Anda tiba di Dataran Tinggi Malino, Anda akan terhipnotis oleh pemandangan yang damai dan menakjubkan. Saat menuju ke tempat parkir, pengunjung akan melewati hamparan ladang strowberi, hutan pinus dan ladang teh.

Anda bisa duduk di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, rangkaian tujuan rekreasi yang mengesankan dalam hamparan 900 hektar dataran tinggi yang luas dan penuh dengan atraksi alam akan menjadi puncak kegiatan yang ramah keluarga. Ketika Anda tiba di Malino Highlands, bersiaplah untuk menikmati pemandangan perkebunan teh dan udara yang menyegarkan. Berjalan-jalan ke puncak, Anda akan mendapatkan nuansa rileks di kafe yang menawan bernama Green Peko Cafe yang menyajikan makanan lezat serta pemandangan panorama yang menakjubkan.

Bagi mereka yang merasa sedikit lebih berani nyalinya, ada banyak aktivitas luar ruangan seperti flying fox, menunggang kuda dan bersepeda untuk beberapa nama. Kebun binatang mini dan air terjun juga merupakan destinasi populer yang tidak boleh dilewatkan.

Malino berada di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, dan dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan dari Kota Makassar. Terdapat banyak vila yang dapat dijadikan sebagai tempat penginapan. Menikmati Malino memang tak cukup hanya dengan sehari.

Danau Tanralili

Berbeda dengan Malino, Danau Tanralili terletak di lereng Gunung Bawakaraeng. Danau ini berada di ketinggian sekitar 1.454 meter di atas permukaan laut, dan umum dikenal dengan nama Lembah Loe. Jika Gunung Semeru terkenal dengan Ranu Kumbolonya, maka danau ini adalah Ranu Kumbolo-nya Sulawesi Selatan.

Danau Tanralili atau Lembah Loe sudah cukup populer di kalangan pendaki atau pegiat pecinta alam yang sering berkunjung ke Gunung Bawakaraeng. Lokasinya berada di antara tebing yang menjulang tinggi dan lembah yang curam. Dipadu oleh latar belakang alam berupa pepohonan hijau dan struktur batu pegunungan, tempat ini memang cocok untuk bersantai, menggelar karpet, dan mendirikan tenda kemah.

Dari Malino, Danau Tanralili dapat ditempuh selama 3-4 jam.

Banner: indonesiakaya.com

Berikan Komentar