Untuk Seluruh Wanita, Ini 6 Inspirasi yang Bisa Dijadikan Teladan dari Ibu Athirah Kalla

Film Athirah telah tayang di berbagai bioskop seluruh Indonesia. Film garapan Mira Lesmana tersebut menceritakan kisah hidup dari ibu kandung Wakil Presiden Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla.

Sosok Athirah Kalla memang sangat menginspirasi. Tak heran hingga akhirnya diangkat menjadi sebuah film. Dan untuk kalian para ladies, kalian harus membaca beberapa kisah inspirasi dari Ibu Athirah Kalla. Setidaknya ada enam kisah inspirasi yang bisa kita ambil dari kehidupan beliau.

1. Selalu mendoakan sang buah hati

Saat dijodohkan oleh Hadji Kalla, usianya memang sangat muda. Namun, di usia muda tersebut, Athirah Kalla sudah mencintai suaminya sepenuh hati. Dari buah cintanya dengan Hadji Kalla lahirlah Ucu, nama panggilan Muhammad Jusuf Kalla.

Di saat menidurkan Jusuf Kalla kecil inilah, Ibu Athirah Kalla mengucapkan doa yang luar biasa. Doanya adalah, “Anakku. Semoga engkau panjang umur dan menjadi orang yang melampaui apa yang dicapai orang dalam kebaikan.”

Tak hanya di situ, Ibu Athirah Kalla juga pernah meminta doa yang lebih spesifik kepada warga Bukaka yang kebetulan saat itu tengah mendapatkan pembagian sarung dari keluarganya, dengan berpesan, “Doakan supaya Ucu bisa jadi Bupati.”

Sayangnya doa sang bunda dan warga Bukaka agar Ucu menjadi bupati tak diijabah oleh Sang Pencipta. Ternyata Sang Pencipta berkehendak lain, ia menjadikan Ucu sebagai Wakil Presiden Indonesia. Jabatan yang tidak pernah disangka-sangka oleh sang bunda dan warga Bukaka.

2. Selalu menasihati sang buah hati

Selain menjadi ibu yang selalu mendoakan sang anak, Ibu Athirah Kalla merupakan sosok yang selalu memberikan nasihat kepada sang buah hati. Nasihat yang sangat bermakna pernah beliau sampaikan kepada Ucu yang sudah beranjak dewasa.  Bunyi nasihat tersebut adalah, “Kalau kau sudah naik mobil, lihat orang naik motor.  Kalau naik motor, lihat orang naik sepeda. Kamu akan merasa lebih baik dan mensyukuri hidup. Jangan berfikir bahwa ketika kamu naik motor tiba-tiba iri saat melihat orang naik Mercy, maka pastilah kamu akan susah tidur.

Dan sampai saat ini, nasihat sang bunda menjadi pegangan hidup Wakil Presiden kita, Bapak Muhammad Jusuf Kalla.

3. Pekerja keras

Meski menikah di usia muda, bukan berarti Athirah Kalla hanya berdiam diri di dalam rumah menunggu kepulangan sang suami dari tempat kerja. Justru sebaliknya, ia bekerja keras dengan berbisnis kain sutera. Menjajakan dagangannya ke berbagai tempat hingga akhirnya memiliki banyak pelanggan.

4. Cerdas mengambil keputusan

Bisnis penjualan kain sutera yang dikelola Athirah Kalla cepat sekali bertumbuh dan di saat yang bersamaan ia dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Akan tetapi, di tahun 1965, krisis ekonomi menerpa Indonesia dan hal itu membuat nilai rupiah menurun drastis.

Akan tetapi, sebelum krisis ekonomi itu terjadi, sebuah keputusan hebat diambil oleh Athirah Kalla. Saat itu dirinya memutuskan membeli emas batangan dari hasil penjualan kain sutera, karena nilai emas tidak akan turun. Kemudian disimpannya emas tersebut di bawah tempat tidur.

Dan akhirnya ketika krisis melanda, usahanya tetap berjalan. Bahkan, ia tetap bisa menggaji karyawannya dari penjualan emas-emas batangan yang sempat ia beli.

5. Membesarkan usaha

Bersama sang suami, Athirah Kalla melebarkan bisnisnya di berbagai bidang. Yang kemudian bertahan sampai saat ini dengan nama Kalla Group. Sebuah usaha yang berawal dari penjualan kain sutera hingga akhirnya merambah ke bisnis Otomotif, Finance, Konstruksi, Logistik dan Pendidikan.

6. Tetap setia

Meski sukses dalam dunia bisnis, perjalanan pahit dalam berumah tangga harus dilalui Athirah Kalla. Karena sang suami, Hadji Kalla, memutuskan berpoligami di tahun 1955. Sebagai seorang wanita, tentu hal tersebut membuatnya terluka.

Namun, ia tetap setia meskipun hari-harinya dipenuhi dengan kesedihan. Akan tetapi, ia tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.  Ia sibukkan dirinya dengan bisnis dan ia mengajak Ucu untuk terjun langsung ke dunia bisnis. Hingga akhirnya pada tahun 1967 tongkat kepemimpinan bisnis diberikan kepada Muhammad Jusuf Kalla.

Di tahun 1982, Athirah Kalla meninggal dunia, tiga bulan setelahnya sang suami, Hadji Kalla juga meninggal dunia.

Athirah Kalla telah pergi untuk selama-lamanya, namun kisahnya tetap menjadi teladan bagi penerus bangsa. Bagaimana ia berjuang dalam mengarungi hidup ini, melewati beberapa ujian hingga akhirnya mampu melahirkan sosok yang hebat semacam Muhammad Jusuf Kalla.

Jadi, ladies, apakah kalian terinspirasi dengan ibunda Wakil Presiden kita? Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah hidup Ibu Athirah Kalla. Beliau merupakan sosok besar yang akhirnya mampu melahirkan sosok yang besar pula untuk bangsa ini.

Silakan nonton filmnya dan baca buku Athirah, karya Alberthiene Endah.

Berikan Komentar