Aksa Mahmud: Sang Pembangun Kerajaan Bosowa Group

Aksa Mahmud: Sang Pembangun Kerajaan Bosowa Group

Siapa yang tidak kenal dengan Bosowa ? Nama ini kerap kita dengar dan lihat ketika berada di jalan-jalan ataupun media sosial. Tentu yang paling diingat adalah produknya, seperti Semen Bosowa, Taksi bosowa sampai Universitas Bosowa.

Nama Bosowa tidak serta merta langsung besar dan terus berkembang. Di balik itu semua ada satu nama yang bekerja keras membangun Bosowa. Ia adalah Aksa Mahmud.

Siapakah Aksa Mahmud?

Kehidupannya

Aksa Mahmud lahir di Barru, Sulawesi Selatan, tepatnya pada tanggal 16 Juli 1945. Saat ini umurnya sudah memasuki tahun 71. Sebelum sukses sampai sejauh ini, dirinya pernah menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Makassar di tahun 1965.

Kemudian pernah menggeluti bidang jurnalistik di surat kabar Mahasiswa Indonesia, Sulawesi Selatan. Dan pernah bekerja sebagai depot logistik di perusahaan NV Haji Kalla.

Perjalanan Karir

Kurang lebih selama tiga tahun, Aksa Mahmud bekerja sebagai Dolog (Depot Logistik) di perusahaan keluarga Muhammad Jusuf Kalla tersebut. Dan dalam kurun waktu tersebut, ia sudah menjadi bagian dari keluarga Kalla karena Aksa Mahmud mempersunting Ramlah Kalla yang merupakan adik dari Muhammad Jusuf Kalla.

Setelah lepas dari perusahaan NV Haji Kalla, Aksa Mahmud memulai kekuatan bisnisnya sendiri dengan mendirikan perusahan yang bernama Bosowa Group.  Perjuangannya membesarkan Bosowa Group lewat kerja keras dan jerih payahnya terbayarkan sampai sekarang ini. Hampir lebih dari 30 anak perusahaan lahir dari perusahaan Bosowa Group.

Berkat kerja kerasnya tersebut, adik ipar Muhammad Jusuf Kalla ini dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya yang ada di Indonesia versi majalah Forbes dengan total kekayaan sebesar 780 juta dollar Amerika.

Mengabdi Untuk Bangsa

w15-2

Setelah sukses dengan dunia bisnisnya, ayah lima orang anak ini mendedikasikan kemampuannya untuk negara tercinta. Masuklah Aksa Mahmud di dunia politik dan pada tahun 2004 sampai 2009 ia dipercaya untuk memimpin Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai wakil ketua.

Sosok Aksa Mahmud mencontohkan kepada kita semua bahwa kesuksesan itu diraih dengan ketekunan dan kerja keras. Dan apabila sudah sukses meraihnya, jangan lupa untuk berkontribusi kepada negara tercinta.

Berikan Komentar