Kopi Toraja Premium dengan Cita Rasa yang Mendunia, Banyak Diekspor ke Jepang

Sumber: mytrip.co.id

Seperti apa rasanya kopi Indonesia yang enak? Manis dengan tambahan aroma rasa pedas, buah, dan bersih? Bagi sebagian besar penduduk Indonesia wilayah barat dan juga Jawa ngopi merupakan budaya pertemanan yang akrab dilakukan oleh banyak orang termasuk anak muda. Ada banyak pilihan kopi, salah satunya adalah kopi yang berasal dari Toraja, Sulawesi, sebuah pulau di timur Kalimantan. Dan ketika saya mulai menyelidiki lebih lanjut, saya menemukan bahwa wilayah kecil di dunia ini dikenal dengan profil cangkir yang luar biasa. Izinkan saya untuk memperkenalkannya kepada Anda.

Kopi Toraja, Kopi dengan Cita Rasa yang Mendunia

Dalam setiap seduhan kopi yang lezat, ada berbagai variabel yang membuat Kopi Toraja ini istimewa: lokasi, varietal, metode pemrosesan, ketinggian, dan banyak lagi. Toraja adalah wilayah pegunungan yang dihuni oleh kelompok etnis Toraja. Seperti sebagian besar wilayah Indonesia, ini adalah lokasi yang basah dan lembab.

Salah satu pecinta kopi dari Spanyol Benji Salim dari The Q Coffee Trading membeli kopi Toraja melalui perdagangan langsung. Dia memberi ulasan bahwa, “Toraja adalah wilayah khusus di mana kopi tertanam dalam budaya Toraja.” Jaman dahulu, kopi itu dibawa oleh Belanda pada pertengahan abad kesembilan belas, dan diambil pada tahun 1970-an. Pada 1990-an, industri kopi ini kemudian berkembang pesat. Hari ini, Kopi Toraja begitu populer di Jepang; Benji mengungkapkan, “Kopi kelas khusus Toraja terutama diekspor ke Jepang oleh Key Coffee”.

90% kopi di Indonesia adalah Robusta, sebagai akibat dari daun dan biji kopi endemik pada tahun 1900-an. Namun, menurut Café Imports, 95% dari kopi yang ditanam di Toraja adalah Arabica yang lebih manis dan lebih rumit dari proses penyajiannya sehingga memberi rasa nikmat. Biji kopi Toraja  Arabika awal ini juga punya aroma khusus, seperti sirup maple atau gula merah.

Metode Produksi & Pengolahan yang Ketat

Perusahaan Jepang-Indonesia Toarco Toraja telah menetapkan standar produksi yang ketat untuk produsen yang bekerja dengannya. Standar ini termasuk memilih biji kopi yang selektif, kondisi penyimpanan, transportasi, dan persyaratan tingkat kelembaban.

Untuk pemrosesan, metode yang paling umum di Indonesia adalah penggilingan basah. Ini adalah proses yang penggilingan yang keras dan rentan terhadap kerusakan, tetapi memastikan kopi tidak berfermentasi dalam iklim Indonesia yang basah. Namun, Toarco Toraja juga menguji alat pengering horisontal dari Kolombia untuk antisipasi agar proses bisa berjalan dengan lancar. Hasilnya adalah kopi Toraja kelas premium yang banyak disajikan di kafe-kafe di Jepang.

Berikan Komentar