Antisipasi Kecelakaan Laut, Polair Polda Sulsel Tingkatkan Pengawasan

Sumber: Suara.Com

Sudah hampir beberapa bulan belakangan perairan di kawasan Sulawesi Selatan seolah menjadi rawan terhadap kecelakaan kapal penumpang. Kecelakaan kapal penumpang di kawasan perairan Sulsel ini diduga akibat cuaca yang tak mudah terprediksi sehingga meningkatkan resiko perjalanan via laut.

Tak pelak, tentu kejadian-kejadian yang diantaranya sampai merengut korban jiwa ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Selatan. Yang secara langsung tentu bertanggung jawab terhadap keselamatan serta kejadian di wilayah perairan Sulawesi Selatan.

Dikutip dari makassar.tribunnews.com (2018/07/06), Direktur Polair Sulsel, Kombes Pol Purwoko Yudianto,”untuk melakukan pengawasan, pihak Ditpolair sudah siaga. Ini dilakukan dengan menempatkan anggota dimasing-masing jalur penyeberangan laut”.

“Langkah pengawasan paling awal, dengan mengawasi manifest penumpang. Ini meski sederhana tetapi sangat vital pengaruhnya bagi keselamatan penumpang kapal”, demikian seperti dituturkan Kombes Pol Purwoko.

Tercatat memang dalam beberapa waktu ini, sudah terjadi beberapa kecelakan KM atau Kapal Motor yang hingga menelan korban jiwa di seputar kawasan perairan Sulawesi Selatan. Berikut beberapa daftarnya.

  • Minggu (13/6) kapal kayu tenggelam di kawasan perairan Pulau Barrang Lompo. Bertolak dari pelabuhan paotere, kapal ini menganggkut sekitar 35 penumpang. Total korban jiwa 17 orang,
  • Selasa (3/7) KM Lestari Maju, tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Jumlah korban jiwa 35 orang.

Dari kedua kejadian tenggelamnya kapal di seputaran perairan Sulawesi Selatan tersebut tentu saja harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian tragis semacam ini tak lagi terjadi. Oleh karenanya kejadian semacam ini harus dicegah dengan berbagai macam cara.

Salah satunya seperti edukasi bagi para penumpang dan masyarakat yang biasa menggunakan Kapal sebagai sarana transportasi.

“Sangat penting agar masyarakat juga tahu dan mendapatkan edukasi tentang sarana prasarana penunjang keselamatan di kapal, salah satunya seperti dimana letak pelampung terdekat, agar bila terjadi kejadian maka kemungkinan adanya korban bisa diperkecil seminimal mungkin”, demikian ujar Kombes Purwoko menutup perbincangan kali itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.