Tiga Hewan Endemik Sulawesi Ini Sangat Menarik untuk Dikunjungi, Apa Sajakah?

Sumber: indonesia.travel

Pulau Sulawesi secara geografis berbentuk seperti bunga anggrek yang eksotis (dulu dikenal sebagai Celebes) ternyata memiliki sejumlah satwa liar eksotis yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Secara geografis, Sulawesi terletak di tepi jalur yang disebut Jalur Wallace (dinamakan sesuai dengan penemunya Alfred Wallace), yang pada titik jalur ini ditarik di sepanjang Laut Sulawesi dalam, yang memisahkan pulau Kalimantan dari Sulawesi. Bagian barat garis ini adalah daratan di lempeng tektonik benua Asia, sedangkan dataran di sebelah timur berada di lempeng benua Australia, yang memiliki berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang sangat berbeda yang ditemukan di dua pulau yang berdekatan ini.

Sejumlah satwa liar eksotis yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia berikut ini sangat menarik untuk dikunjungi selama kunjungan Anda ke Sulawesi:

1 | Anoa

Anoa menyerupai kerbau tetapi jauh lebih kecil sehingga dikenal juga sebagai kerbau kecil. Ukurannya hanya sedikit lebih besar dari seekor kambing. Anoa sekarang adalah spesies yang terancam punah karena jumlahnya menurun dari tahun ke tahun. Saat ini hanya ada sekitar 5.000 sepsies yang diyakini masih ada. Ada dua spesies anoa, yaitu mereka yang tinggal di dataran rendah (Bubalus depressicornis), dan mereka di dataran tinggi (Bubalus quarlesi), keduanya dapat dibedakan oleh tubuh mereka dan ukuran tanduk. Hewan-hewan ini terus bergerak dan ketika diserang, anoa mempertahankan diri dengan menyelam ke rawa dan ketika dibutuhkan akan bertarung dengan tanduknya.

2 | Babirusa

Hewan ini adalah spesies babi hutan yang ditemukan di Sulawesi dan pulau-pulau sekitar Togean, Malenge, Sula dan Buru. Berbeda dari babi hutan rata-rata, babirusa memiliki taring yang sangat panjang yang menembus mulutnya lalu melengkung hampir menyentuh matanya. Babirusa makan buah-buahan dan hanya berburu pada malam hari untuk menghindari para penyerangnya. Babirusa ini adalah hewan pemalu sehingga menghindari manusia, namun ketika itu terasa terganggu maka babirusa bisa sangat ganas.

3 | Burung Maleo

Sepintas burung Maleo terlihat seperti ayam jantan tetapi memiliki warna hitam dan putih. Meskipun termasuk sebagai spesies burung, Maleo tidak terbang tetapi lebih suka berjalan seperti ayam. Burung Maleo tinggal di dekat pantai yang panas atau di daerah yang memiliki mata air panas. Maleo membutuhkan panas untuk menetaskan telurnya, karena telurnya hanya terkubur di pasir. Untuk menggali ke dalam pasir, maleo memiliki paruh ekstra kuat yang dibutuhkan untuk menggali.

Ketiga hewan diatas merupakan jenis hewan endemik khas Sulawesi yang hanya terdapat di Sulawesi dan sangat menarik untuk Anda kunjungi.

Berikan Komentar