Dukung Program Smart Canteen dan Smart Library, Disdik Makassar Gelontorkan Dana Besar

Sumber: jawapos.com

Pendidikan adalah elemen penting untuk membangun masyarakat madani yang kuat. Pendidikan juga berperan dalam membentuk generasi dan menjadi sokoguru sebuah bangsa. Tak pelak, untuk membangun sistem pendidikan berkualitas perlu kerjasama banyak pihak, termasuk juga anggaran yang tak sedikit.

Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai pihak yang punya ototritas terhadap pendidikan di suatu wilayah jelas berperan utama. Seperti misalnya Disdik Kota Makassar yang mula melakukan tahap inisiasi terhadap dua program peningkatan pendidikan di wilayah kerjanya. Program ini dinamai dengan Smart Canteen dan Smart Library seperti dilansir dari tribunnews.com.

Kedua program tersebut dilakukan Disdik Kota Makassar sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur sekolah dengan fokus utama pada Kantin serta Perpusatakaan.

Tujuannya tentu saja agar fasilitas penunjang kegiatan sekolah dapat menjadi satu bagian yang secara langsung terintegrasi dengan kegiatan sebuah sekolah tersebut sehingga nantinya akan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Sumber dari Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan kedua program tersebut akan menelan dana anggaran hingga Rp 29 Miliar, dan saat ini sudah memasuki tahap lelang menuju kepada implementasi.

Fokus kegiatan utama untuk masing program tentu berbeda. Smart Canteen bertujuan untuk memberikan ketersediaan menu makan siang anak di sekolah-sekolah yang menjadi pelaksana program. Secara umum, ini dimaksudkan agar anak-anak sekolah di wilayah Dinas Pendidikan Kota Makassar bisa memperoleh menu makanan yang menyehatkan.

Dengan menyediakan menu makanan yang menyehatkan di sekolah, harapannya, pola makan anak akan lebih teratur sehingga tumbuh menjadi generasi cerdas.

Sementara untuk program smart library, bertujuan untuk mengadakan sebuah perpustakan digital yang mendukung minat baca anak. Smart Library terkoneksi dengan sistem Teknologi Informasi sehingga anak-anak dapat memperoleh bahan referensi untuk belajar secara lebih luas dan mampu menyerap informasi dari luar secara konstan.

Kedua program ini nantinya, direncanakan akan diwujudkan dalam bentuk sebuah gedung berlantai tiga. Dengan pembagian, lantai satu adalah perpustakaan, lantai dua merupakan ruangan terkoneksi sistem TI terintegrasi internet, dan paling atas atau lantai tiga menjadi cafetaria. Ini ditujukan agar para murid lebih nyaman dalam belajar sekaligus bisa mendapatkan makanan sehat waktu istirahat. Sumber dana untuk kedua program ini diambil dari DID (Dana Insentif Daerah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.