Seputar Anggaran Belanja Kota Makassar, Ternyata Pendidikan yang Terbanyak

7

Sumber: https://www.merdeka.com

Kota Makassar adalah ibukota propinsi Sulawesi Selatan, dan merupakan kota metropolitan terbesar no 5 se Indonesia. Dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa, Makassar terus tumbuh menjadi kota dengan skala demografis yang semakin beragam dari hari ke hari.

Perkembangan ini juga disertai dengan tumbuhnya berbagai fasilitas vital yang mendukung kehidupan publik. Mulai dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin, hingga Pelabuhan Soekarno Hatta. Selain itu, dari segi suku bangsa yang mendiami, Kota Makassar pun juga sangat beragam. Terdapat setidaknya 4 suku bangsa diantaranya, Makassar, Bugis, Toraja dan juga suku Mandar.

Dengan keragaman demografis, kepadatan penduduk serta tingkat pengembangan dan pembangunan perkotaan yang demikian, tak heran bila Makassar punya Anggaran Belanja cukup tinggi. Setidaknya untuk tahun 2018 ini, Pemerintah Kota Makassar telah mencanangkan Anggaran Belanja hingga Rp 4,07 triliun dari keseluruhan Anggaran Belanja daerah.

Keseluruhan total ini akan dialokasikan untuk berbagai post. Dengan masing-masing post adalah bagian dari Rencana strategis pengembangan kehidupan perkotaan.

Salah satunya tentu adalah pos pendidikan yang digaungkan mendapatkan Alokasi tertinggi. Yakni berkisar hingga 22,42% dengan nilai Rp 913,68 milliar. Dari sekian besaran tersebut, selanjutnya akan dibagi untuk alokasi belanja tidak langsung seperti misalnya gaji pegawai dan tenaga pendidikan berkisar 652,54 milliar rupiah, dan untuk belanja langsung berkisar hingga 261,14 milliar rupiah.

Dengan tingginya anggaran ini diharapkan maka dapat mendongkrak kualitas pendidikan di kota Makassar pada umumnya. Dengan demikian seterusnya akan lahir Sumber Daya Manusia berkualitas yang berdaya saing dan mampu mengatasi berbagai persoalan ditingkat lokal maupun nasional.

Tingginya anggaran belanja daerah Makassar di tahun 2018 untuk pos pendidikan tentu adalah hal yang menggembirakan. Sebab dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia di kota tersebut maka kedepan ini juga akan mampu mengimbangi laju pembangunan yang terus terjadi di setiap penjuru kota. Sebab diketahui bersama, kota yang maju dan madani dimulai dari peningkatan sumber daya manusia yang berkesinambungan.

Berikan Komentar