Mau Makan Es Krim Tapi Hanya Punya Sampah? Bisa di Makassar!

Tanggal 17 Agustus 2016 lalu, program penukaran sampah dengan es krim dimulai. Sebuah gebrakan baru yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Makassar melalui tim program bidang kebersihannya.

Penukaran sampah dengan es krim sengaja dilakukan agar masyarakat yang hendak melakukan penukaran di bank sampah memiliki banyak pilihan—hasil yang mereka tukar tidak hanya berupa uang.

Untuk penukaran es krim sendiri, akan ditukar sesuai dengan harga yang bersangkutan. Misalnya, sampah yang Anda jual laku dua puluh ribu. Saat itu pula Anda bisa menukarnya dengan es krim seharga dua puluh ribu.

Adapun untuk penukaran hanya bisa dilakukan di bank sampah dengan daya listrik yang memadai. Karena bank sampah harus memiliki lemari pendingin untuk menyimpan seluruh es krimnya. Akan tetapi, bila tidak memiliki daya listrik yang cukup, mereka bisa bekerjasama dengan kios-kios kecil di sekitarnya.

Program ini sendiri terjalin berkat kerjasama Pemerintah Kota Makassar dengan perusahaan swasta Walls area IC East.

Tim program kebersihan Kota Makassar yang diwakili Saharuddin mengatakan, program penukaran es krim melalui bank sampah akan membuka peluang bagi masyarakat lorong (bawah) agar dapat berdaya dan lebih sejahtera.

Hal itu bukan tanpa alasan karena sejauh ini tercatat ada 261 bank sampah yang tersebar di 14 kecamatan, Kota Makassar. Dari ke 14 kecamatan tersebut terdapat 143 kelurahan yang ikut andil. Dan sampai saat ini jumlah nasabah bank sampah kurang lebih mencapai 11.000 orang. Dan yang mengagetkannya lagi adalah dalam sehari omzet dari bank sampah ini mencapai 600 juta, sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Makassar, Muhammad Ramdhan Pomanto.

Wali Kota Makassar juga menambahkan bahwa sehari produksi sampah di Kota Makassar mencapai 700 sampai 800 ton. Bila hal itu tidak dilakukan penanggulangan, maka akan sangat mengganggu. Oleh karena itu terobosan, demi terobosan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar agar sampah di Kota Makassar berkurang.

Dan berkat terobosannya itu, Pemerintah Kota Makassar diganjar penghargaan dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah

Berikan Komentar