Syamsul Bachri Chaeruddin: Sang Ikon Ayam Jantan dari Timur

Ketika mendengar nama pemain sepakbola profesional, Syamsul Bachri Chaeruddin, apa yang ada di pikiran Anda ?

Mungkin jawabannya akan beragam. Namun yang pasti, satu jawaban yang tidak akan luput dari mantan pemain timnas Sea Games Filipina tahun 2005 tersebut adalah PSM Makassar. Yah .. Begitu sangat melekatnya nama Syamsul Bachri Chaeruddin dengan PSM Makassar. Hingga pemain yang kini berusia 33 tahun tersebut menjadi salah satu ikon dari klub kebanggan Kota Anging Mammiri.

Perjalanan Karir

Syamsul Bachri memulai karir sepakbolanya di klub tempatnya lahir, Persigowa Gowa. Namun karirnya bersama Persigowa tidak bertahan lama karena ia memutuskan pindah ke Makassar Football Club—salah satu sekolah sepakbola terbaik yang ada di Kota Daeng.

Melalui Makassar Football Club inilah dirinya berhasil menembus skuad PSM Junior. Dan berkat kerja keras dan ketekunannya, pemain berpostur 167 cm ini dipromosikan ke skuad senior Juku Eja.

Debut Pertama Berjalan Manis

Berhasil menembus skuad senior PSM, Syamsul Bachri harus bekerja keras agar bisa masuk tim inti. Dan kesempatan tersebut akhirnya bisa terwujud pada tahun 2001. Meskipun permainannya tidak begitu bagus dan di bawah standar kala itu. Namun, berkat gaya permainannya yang ngotot, ia tetap menjadi andalan dari skuad Juku Eja untuk pertandingan selanjutnya.

Bersama skuad Ayam Jantan dari Timur inilah karir Syamsul Bachri meroket hingga akhirnya ia bisa berseragam timnas pada tahun 2002 sampai 2006. Syamsul Bachri membela PSM selama sepuluh tahun dan kesetiaannya inilah yang membuatnya menjadi salah satu ikon klub yang bermarkas di Stadion Andi Mattalata Mattoangin tersebut.

Meninggalkan Klub

w13-2

Perjalanan seorang pesepakbola tidak selamanya mulus dan sesuai harapan dan hal yang demikian itu terjadi kepada Syamsul Bachri. Di tahun 2010, ia memutuskan untuk hengkang dari klub yang ia cintai ke Persija Jakarta karena alasan tertentu.

Bersama Macan Kemayoran, Syamsul Bachri hanya tampil selama 20 kali. Dan di tahun 2011, ia hengkang dari Persija untuk membela Sriwjaya FC. Karirnya bersama klub yang berjuluk, Laskar Wong Kito tersebut tidak bertahan lama karena di tahun 2012 ia memutuskan untuk kembali ke klub lamanya yang pernah membantunya berseragam timnas Indonesia.

Saat meninggalkan PSM pada tahun 2010, keluarga besarnya banyak yang kurang setuju kala itu, apalagi sang ayah. Akan tetapi, keputusan sudah diambil dan kini sejak kepindahannya di tahun 2012, Syamsul sudah menolak beberapa pinangan klub besar Indonesia demi membela klub kebanggan The Macs Man (Julukan Supporter PSM ).

Ingin Pensiun di PSM

Kini diusianya yang ke 33 tahun, Syamsul Bachri ingin fokus membantu PSM agar meraih prestasi terbaik di kompetisi Indonesia Soccer Champhionship 2016. Sembari berharap suatu saat nanti bisa mengakhiri karir profesionalnya di PSM Makassar.

Itulah sekelumit perjalanan dan harapan ke depan seorang ikon dari PSM Makassar. Jika di Persela ada Khoirul Huda, maka di Persija ada Bambang Pamungkas. Jika di Persipura ada Boaz, Maka di PSM ada Syamsul Bachri Chaeruddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.