Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Festival Penulis Internasional Makassar

Sumber: thejakartapost.com

Awal tahun ini ada pagelaran penting yang terkait dengan pers di Makassar. Pers memiliki tugas ‘demokratis’ untuk memberantas korupsi, salah satu peran penting pers seperti diungkap oleh Najwa Shihab, salah seorang tokoh pers dari Makassar.

Jurnalis kelahiran Makassar, Najwa Shihab memberikan ‘Pidato Kebudayaan’ di Makassar International Writers Festival seperti dilnasir dari The Jakarta Post (1/5/18). Jurnalis pemenang berbagai penghargaan Najwa Shihab telah meminta pers untuk memainkan peran lebih besar dalam memberantas korupsi dengan menghasilkan lebih banyak laporan investigasi.

Festival Penulis Internasional Makassar tahun ini [MIWF] bertepatan dengan ulang tahun ke-20 reformasi. Perubahan memang terjadi di berbagai bagian; kita bisa menikmati kebebasan yang pernah hilang selama Orde Baru. Tetapi dalam beberapa hal tetap samasalah satunya tentang korupsi yang menjadi sorotan.

Segmen ini diadakan di halaman Benteng Fort Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan dan bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Dunia, yang jatuh pada tanggal 3 Mei.

Salah satu pelajaran penting yang bisa diambil adalah bagaimana demokrasi dan korupsi bisa saling terkait satu sama lain. Bagaimana demokrasi berpotensi melahirkan koruptor baru dan sebaliknya; ini yang harus kita cegah bersama. Kita bisa dengan mudah menonton koruptor di televisi.

Reformasi yang dibayangkan, seperti kemerdekaan yang dibayangkan, telah dihancurkan oleh wabah korupsi. Ini adalah titik di mana pers harus dapat memainkan peran. Ketika demokrasi diretas oleh perilaku korup, pers berada dalam bahaya.

Kebebasan pers adalah dampak pasca-1998 untuk memperkuat demokratisasi negara ini. Pers berutang kepada proses demokrasi dan utang harus dibayar dengan terlibat aktif dalam menjaga demokrasi, dan secara aktif memerangi korupsi adalah bentuk tanggung jawabnya terhadap demokrasi.

Idealnya agenda pemberantasan korupsi dianggap sebagai agenda prioritas di antara para editor di ruang berita utama. Salah satu indikator yang paling sederhana peran penting pers dalam mencegah korupsi adalah berapa banyak laporan investigasi yang diterbitkan pers. Memang, meliput korupsi bukanlah tugas yang mudah, biasanya tidak murah dan pasti memakan waktu lebih lama, karena itu bukan hanya kejahatan besar tetapi juga terstruktur dan kadang kala melibatkan lembaga serta orang-orang berpengaruh dan berkuasa.

Banyak melaporkan snapshot kadang bisa membuat publik lebih skeptis. Liputan berita harian pejabat atau politisi yang ditangkap hanya akan menyebabkan kekenyangan, sinisme, dan kepercayaan yang makin terkikis dalam alam demokrasi.

Berikan Komentar