Festival Phinisi 2018 Acara Penting untuk Pertumbuhan Seni dan Budaya di Sulawesi Selatan

Festival Phinisi 2018 menjadi agenda penting dalam rangka melestarikan budaya lokal Makassar. Kapal layar kayu tradisional yang terdiri dari dua bagian di Sulawesi Selatan, terkenan ldengan nama ‘phinisi’. Dahulu kala kapal Phinisi banyak terdapat dan berlabuh di Port Paotere, Makassar. Kini untuk mengabadikan legenda kapal legendaris tersebut, Povinsi Sulawesi Selatan ini akan menyelenggarakan tiga acara besar dari bulan September hingga Desember untuk menyoroti seni dan budaya lokal.

Sulawesi Selatan akan menjadi tuan rumah tiga acara besar tahun ini sebagai bagian dari 100 Wonderful Events Indonesia 2018. Acara tersebut adalah Festival dan Forum Delapan Internasional Makassar (F8), Festival Toraja Indah dan Festival Phinisi, sebagaimana dilaporkan oleh kompas.com.

Diluncurkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, bersama sekretaris provinsi Sulawesi Selatan H. Tautoto Tana Ranggina dan Walikota Makassar H. Moh. Ramdhan Pomanto, acara ini akan menyatukan seni dan budaya di kawasan itu selama empat bulan.

Festival Phinisi 2018

Dijadwalkan untuk 13 hingga 16 September, Festival Phinisi tahun ini akan diadakan di Kabupaten Bulukumba. Festival ini didedikasikan untuk phinisi, kapal layar kayu dua-tiang dan warisan maritim Indonesia. Festival ini bertujuan untuk menampilkan budaya pembuatan kapal phinisi yang unik, yang secara tradisional dilakukan dengan tangan dan hanya menggunakan kayu.

Festival dan Forum Delapan Internasional Makassar (F8)

Festival dan Forum Delapan Internasional Makassar, disingkat menjadi Delapan Festival (F8), adalah untuk menyajikan delapan pertunjukan mulai dari fashion, film, rakyat, flora dan fauna, seni rupa, fusi musik serta fiksi sastra dan font. Festival ini akan diadakan mulai 10 hingga 14 Oktober di Pantai Losari, Makassar.

Festival Toraja Indah 2018

Sesuai dengan namanya, Festival Toraja yang Indah akan berlangsung di Malake, ibukota kabupaten Tana Toraja, dan dua menjalankan dua hari pada 28 dan 29 Desember. Festival ini akan menyoroti beberapa acara dan kompetisi khusus, seperti Festival Kopi, Kompetisi Barista Internasional, Festival Foto Pariwisata, dan Toraja Night Run. Pameran kuliner, bersama dengan pertunjukan budaya, juga akan berlangsung selama festival multi-event, yang diharapkan dapat meningkatkan turis asing hingga 35 persen.

Sumber: triptus.com

One thought on “Festival Phinisi 2018 Acara Penting untuk Pertumbuhan Seni dan Budaya di Sulawesi Selatan”

  1. Salam dari biak Papua cara daftar Gimana ya saya dan teman teman mau ikut gabung dalam acara festival seni dan budaya terimakasih

Berikan Komentar