Chevron akan Meninggalkan Blok Makassar di Indonesia pada 2020

Perusahaan minyak dan gas multinasional, Chevron telah memutuskan untuk tidak memperbarui lisensinya untuk Blok Selat Makassar di Indonesia ketika berakhir pada 2020, seperti dirilis dari reuters.com. Blok itu adalah bagian dari Pembangunan infrastruktur laut dalam (deepwater) Indonesia. Pemerintah akan tender blok itu sesegera mungkin, Djoko Siswanto, direktur jenderal minyak dan gas dalam kementerian energi Indonesia, mengatakan kepada newswire.

Perusahaan energi AS Chevron telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama setelah tahun 2020 operasinya berakhir di blok Selat Makassar di Indonesia, menurut regulator hulu migas Indonesia (SKKMigas)

Menteri Energi Indonesia telah juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengakhiri kontrak pembagian produksi Selat Makassar (PSC) Chevron. Blok ini adalah bagian dari proyek-proyek gas alam lepas pantai Chevron’s Deepwater Development (IDD). Dalam perhitungan NPV/Net present value (nilai bersih sekarang) hasil proyek ini negatif apalagi tanpa ada diskresi dari pemerintah sehingga membuat Chevron kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak blok dari proyek IDD tersebut.

Pemerintah akan melakukan tender blok “sesegera mungkin”. Disisi lain,  Chevron juga telah meminta izin untuk menunda proyek gas alam lepas pantai Chevron’s Deepwater Development (IDD)senilai $ 12 miliar tersebut, sambil melakukan analisa resiko lebih jauh terhadap prospek produksi gas domestik di Indonesia.

 

Perusahaan mengajukan surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia untuk menunda sementara proyek tersebut, yang berada di Selat Makassar di lepas pantai Kalimantan Timur. Perusahaan sedang mencari strategi yang tepat untuk kedepannya.

Selama ini Makassar Strait (Blok Makassar) tersebut dioperatori Chevron Makassar Ltd dengan  pembagian hak partisipasi (participating interest/PI) Chevron Makassar Strait 72%, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) 10% dan Tiptop Makassar 18%. Walaupun tidak berminat memperpanjang kontrak, pemerintah tetap optimistis masih ada perusahaan yang menaruh minat terhadap Makassar Strait, terutama perusahaan yang telah memiliki fasilitas produksi disekitar wilayah tersebut. Salah satu contohnya adalah ENI Indonesia yang saat ini diincar pemerintah untuk menjadi operator di lapangan tersebut.

Banner: duniaenergi.com

Berikan Komentar